Kalau kalian merupakan followers instagram, reader blog, atau subscriber youtubeku, kalian niscaya sadar apa yang selalu saya gembor-gemborkan di akun-akunku tersebut.
Yha. Tentang gimana saya ingin kalian semua yang punya kulit sawo matang, bangga.
Aku selalu tekankan hal-hal ihwal gimana kita harus cinta sama kulit kita, mendapatkan keadaan kita, dan lain lain. Hal itu saya lakukan bukan cuma untuk memotivasi temen-temen. Tapi juga aku. Ya, saya sendiri.
Dulu, saya sering banget dibully sebab kulitku yang gelap. Seinget aku, saya dibully semenjak sebelum saya masuk SD. Ya sebab saya juga masih anak-anak, saya masih nggak terlalu peduli pas diejek 'item kayak monyet' gitu. Bahkan sampe SMP, saya masih polos dan nggak peduli itu bullyan. Baru pas saya mulai mengenal dunia luar aka socmed dan segala macemnya, saya sadar kalo apa yang temen-temen saya lakuin ke saya itu ialah pembullyan.
Bahkan dulu pas Sekolah Menengah Pertama kelas 9, sekelas pernah bikin angket dan ada nominasi ter-item dan saya dipilih jadi pemenangnya. I was so sad. Even though saya tau kalo saya nggak berkulit putih, apa yang mereka lakukan ke aku, menurutku kelewatan.
Pembullyanku nggak sampe disitu aja. Waktu saya masuk SMA, ada salah satu mata pelajaran yang tugasnya ialah menciptakan kolom poin nyata dan poin negatif ihwal diri kita kemudian diedarkan ke seluruh kelas untuk diisi. Aku inget banget isi kertas saya bener-bener sadis. Di kolom poin negatif, saya banyak menemukan tulisan-tulisan ibarat 'item' 'jelek' dan sebagainya. And if you want to know what I felt, I was so sad.
Dari situ, saya mulai berpikir. Apakah mempunyai kulit hitam ialah sebuah kekurangan? Apakah sebab itu saya diperlakukan dengan kejam? Aku dari dulu yang biasa aja sama warna kulitku, eksklusif merasa minder sebab jujur, masa Sekolah Menengan Atas ialah masa dimana saya sedang labil labilnya. Aku mulai mencari cara apapun semoga kulit saya lebih putih. Mulai dari pakai skincare whitening, pakai masker ini itu, pakai sabun pemutih. Sampe stress sebab nggak sanggup putih-putih. Serius, masa Sekolah Menengan Atas ialah masa kelam buat saya sebab saya berusaha mati-matian buat jadi ibarat apa yang orang lain anggap bagus.
Aku mulai eksplor ihwal dunia kecantikan. Aku banyak berguru dari baca-baca beauty blog dan hingga balasannya punya beauty blog sendiri. Semua saya lakukan sebab dulu saya pengen banget jadi cantik. Cantik versi orang-orang yang menghina aku.
Makin kesini, saya semakin sadar dan berpikir, 'ngapain sih saya berusaha merubah warna kulit saya biar orang-orang yang menghina saya senang?' Dan balasannya saya kehilangan nafsu buat jadi putih. Malah, saya makin sadar jika warna kulitku, ialah kekuatanku.
Aku banyak berguru ihwal makeup buat kulit gelap. Banyak juga orang yang nanya ke saya ihwal bagaiamana makeup untuk kulit gelap. Karena itu, saya juga banyak nyari tahu kesana kemari. Otomatis, pengetahuanku ihwal kecantikan jadi luas. Aku sanggup bantu banyak temen-temen yang bernasib sama dan menguatkan satu sama lain semoga kita nggak terpengaruh sama persepsi masyarakat ihwal kecantikan ideal, dan lebih gembira dengan kulit kita, apapun warnanya.
Ya geng, saya gembira sama warna kulit aku. Aku bener-bener nggak punya impian apa-apa untuk merubah warna kulitku.
Aku rasa, saya ialah teladan korban bullying yang berhasil bangun dan berdiri mematahkan rantai bully yang saya alami. Aku nggak lantas depresi berlarut larut dan menyalahkan sang Pencipta yang ingin saya berkulit gelap. Memang ada fase dimana saya terbawa oleh omongan para pembully, tapi saya bangun lagi. Seperti yang sering saya bilang di video-videoku, kita semua cantik. Nggak peduli apa warna kulit kita, sebab kecantikan nggak punya warna.
Aku ingin membuatkan pesan ini ke semua orang yang masih merasa jika kulit mereka jelek. Karena semua dimulai dari diri sendiri. Jujur, hingga ketika ini pun, masih ada yang mengejek saya 'item jelek' tapi sebab saya udah punya pandangan sendiri ihwal arti kata 'cantik' saya nggak peduli dan terus membuktikan jika saya dan kulitku, sanggup bersinar.
Kalian punya pikiran yang sama dengan aku? Atau punya pengalaman yang mirip-mirip sama aku? Don't stay quiet! We have to stand up! Yuk kita mulai percaya diri dan gembira dengan warna kulit kita. Kalian sanggup mulai dengan ikut gerakan #BanggaDenganWarnaKulitmu dari Clean & Clear. Gimana caranya? Cukup klik 'Aku Setuju' di website ini dan gabung dengan sejuta wanita lainnya termasuk saya yang sudah tetapkan untuk gembira dengan warna kulit kita.
Apapun warna kulit kita, kita cantik. Kita bersinar. Kita punya kesempatan yang sama:)
Warm Hugs,
Adhelia Fa
Komentar
Posting Komentar